paul.wiryantho.com

… feel the art and find its love each day

Archive for the ‘Bali’ Category

Melasti in Bali

  • 0 Comments
  • Filed under: Bali, Culture
  • Peaceful Moment

  • 1 Comment
  • Filed under: Bali
  • Both of Us

    (Dua wanita paruh baya sedang bercakap-cakap)

    Wanita Bali dikenal dengan eksotisme yang menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi ciri khas yang melekat pada sosoknya. Menjelang hari raya, nampak wanita-wanita Bali menjunjung persembahannya di atas kepala mereka seiring sejalan menuju Pura.  Mereka juga bergotong royong untuk mempersiapkan festival keagamaan. Semuanya mengenakan pakaian adat dan terlihat menawan.

    Wanita Bali di Masa Lalu dan Sekarang

    Di abad yang lalu, wanita Bali sering terlihat bertelanjang dada. Secara tradisional hal ini bukan suatu hal yang tidak sopan di masa itu, tetapi menutup bagian kaki mereka adalah suatu keharusan. Di masa sekarang, banyak wanita Bali yang sudah tidak lagi mengikuti gaya berpakaian seperti itu, hanya saja untuk mengunjungi candi/pura di Bali tetap disarankan untuk menutupi bagian kaki mereka.

    Wanita Bali dan Tarian

    Penari-penari Bali belajar menari dari ibu-ibu mereka, dimulai sejak mereka berusia sekitar 10 tahun. Menciptakan keselarasan antara gerakan dan musik gamelan membuat mereka tampak elegan dalam balutan pakaian tradisional. Tari Legong selalu dimainkan oleh gadis-gadis yang belum menginjak masa pubertas mereka. Mereka mulai berlatih keras pada sekitar usia 5 tahun. Penari-penari ini dianggap tinggi di masyarakat dan biasanya menjadi istri tokoh kerajaan atau pedagang kaya.

  • 0 Comments
  • Filed under: Bali, Culture, People
  • Faster

  • 6 Comments
  • Filed under: Bali, Culture, People
  • Galungan Early Morning at Baha

    Rencana perjalanan menuju desa Baha, emang udah direncanakan sebelumnya dengan cetusan ide Sang Rama yang super kaya dengan ilmu hunting photonya. Keliatannya beliau emang kenal betul dengan semua daerah di sini … Sebetulnya pagi itu kami sudah janjian ama seseorang, yang ditunggu di dunkin donut hingga setengah jam, dan mungkin karna ngga bisa membangunkan badan dari tidurnya, Rama dan Widhana meninggalkannya dan langsung jemput saya ke Padang Tawang.

    Begitu sampe di Baha, saya sendiri terkejut dengan desa yang rapi, penduduk kampung yang ramah serta tatanan berhari raya yang ditata apik dengan udara bersihnya membuat mata ini benar benar tercuci dari radiasi komputer. Legaaaaaaaaaaa…..

    Setelah shotting beberapa gambar, kita melanjutkan perjalanan kuliner ke Ubud. Rupanya sangat sulit mencari makanan khas Bali saat itu. Kami bertiga memutuskan untuk langsung ber-Bebek Bengil- ria yang crispy dan so pastinya kami bertiga lahap banar…

    Untuk memastikan liburan kami memang total, dan lepas dari segala rutinitas harian … sore harinya kita merendamkan diri di kolam renang selama kurang lebih satu jam, dengan masing masing 2 Bintang, bercanda cekakakan, lepas dan … berhasil… hari kami memang menyenangkan…

    Terakhir, selamat Galungan dan Kuningan buat semua yang merayakannya, dan terimakasih sudah berbagi kebahagiaan buat Widhana dan Rama.

  • 7 Comments
  • Filed under: Bali, Culture